Revitalisasi Pewarna Alami Dalam Industri Tenun Ikat Sebagai Penggerak Ekonomi Rumah Tangga

(Studi Kasus Di Kelurahan Lambanapu Dan Desa Kambatatana)

Authors

  • Frederika Uru Ende Universitas Kristen Wira Wacana Sumba
  • Magdalena Kahi Timba Universitas Kristen Wira Wacana Sumba
  • Yulius Hou Duka Universitas Kristen Wira Wacana Sumba
  • R.L.K.R Nugrohowardhani Universitas Kristen Wira Wacana Sumba
  • Yuvensius Ramompas Universitas Kristen Wira Wacana Sumba
  • Martini Ndamunamu Badan Riset dan Inovasi Daerah Pemerintah Kabupaten Sumba Timur

DOI:

https://doi.org/10.52423/jns.v10i4.124

Keywords:

Revitalization, Natural Dyes, Tenun Ikat, Household Economy, Sumba

Abstract

This study aimed to understand the forms of natural dye revitalization in the dyeing process of threads used for producing ikat textiles and its impact on the household economy of ikat artisans. Various studies related to revitalization are employed as the analytical framework for this research. A qualitative research method with a case study strategy was used. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and subsequently analyzed using thematic analysis. The study was conducted in two locations, namely Lambanapu Village and Kambatatana Village in East Sumba Regency. The findings reveal that the revitalization of natural dyes in the two research locations can be categorized into three forms: new tools, new natural dye materials, and new extraction techniques. From a household economic perspective, the production of ikat textiles has become a primary source of income, used to meet basic needs, fund children's education, and support traditional ceremonies. This study concludes that the revitalization of natural dyes not only strengthens cultural heritage but also enhances economic and environmental sustainability.

References

Amili, I., Boekoesoe, Y., & Murtisari, Aa. (2018). Analisis Ekonomi Rumah Tangga Petani Jagung di Desa Telaga Kecamatan Popayato Kabupaten Pohuwato. Jurnal Ilmiah Agribisnis, 3(1), 21–29.

Anggriady, C., Risal, G. A., Valerie, G., Tjahyadi, N. L., Putri, V. W., Somawiharja, Y., & Tanzil, M. Y. (2022). Penerapan Elemen Hubungan Harmonisasi Alam Khas Tenun Sumba pada Desain Motif Tekstil. Folio, 3(1), 9–28.

Babang, N., Praing, M. L., Kahumbu, G. A. H., Lobo, D. N. E., Ramompas, Y., & Renggo, Y. R. (2025). Peran Bumdes Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Di Bagian Barat Dan Utara Kabupaten Sumba Timur. ProBisnis: Jurnal Manajemen, 16(3), 295–303.

Dinas, P. dan P. K. S. T. (2020). Rekapitulasi Potensi Komoditi Sandang Per Kecamatan Industri Kain Tenun Ikat (KBLI: 13122), Produk: Selimut, Sarung, Selendang Tahun 2016 - 2020.

Gaol, D. F. L., & Meidiyustiani, R. (2018). Model pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam revitalisasi kampung tekstil. Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Keuangan, 1(2622–2191), 79–95. http://journal.ikopin.ac.id/index.php/fairvalue/article/view/6

Hanja, H. M., Sasrawan Mananda, I. G., & Eka Mahadewi, N. P. (2023). Strategi Pemasaran Kerajinan Tenun Ikat Sumba Sebagai Produk Industri Kreatif Pendukung Pariwisata Di Sumba Timur. Jurnal IPTA, 11(1), 32. https://doi.org/10.24843/ipta.2023.v11.i01.p05

Hunga, A. I. R. (2022). Focal-Point Kebijakan: Praxis dalam Transformasi Kearifan Lokal Klaster Tenun Ikat dalam Perspektif Ekofeminis di Kabupaten Sumba Timur Kebijakan Vocal-Point: Praksis dalam Transformasi Klaster Tenun-Ikat Berbasis Kearifan Lokal. 10(02), 120–128.

Karyasa, I. W., Astawa, I. G. P. B., Pradnyana, I. G. A., & Oviantari, M. V. (2021). Menguatkan Branding Tenun Endek Khas Buleleng Melalui Revitalisasi Pewarnaan Dengan Fiksator Nanopasta Anorganik Berbahan Abu Vulkanik Gunung Agung. Jurnal Widya Laksana, 10(2), 117. https://doi.org/10.23887/jwl.v10i2.30053

Lika, F. A. R., Haris, S., & Suyatno. (2021). Kearifan Lokal dalam Cerita Rakyat Sumba Timur. Jurnal Education and Development, 9(1), 294–299.

Martokusumo, W. (2008). Revitalisasi, Sebuah Pendekatan Dalam Peremajaan Kawasan. In Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota (Vol. 19, Issue 3, pp. 57–73).

Muchtar, H., Ramli, A., & Amirulloh, M. (2018). the Benefits of Indication of Source Protection on Ikat Natural Dyeing for Small-Sized Enterprises in Sumba. 131(Iclgg 2017), 127–131. https://doi.org/10.2991/iclgg-17.2018.16

Murniati, & Takandjandji, M. (2016). Analisis Usaha Tenun Ikat Berbasis Pewarna Alam Di Kabupaten Sumba Timur: Kasus di Kecamatan Kambera dan Umalulu. Dinamika Kerajinan Dan Batik, 33(June 2014), 67–84.

Ndamunamu, M., Batubara, I., & Sundawati, L. (2019). Medicinal Plants in East Sumba that Potential as Natural Dyes for Ikat Weaving. Jurnal Kimia Valensi, 5(2), 149–158. https://doi.org/10.15408/jkv.v5i2.9249

Nguju, M. R. L., & Fatmawati. (2023). Eksistensi Kelompok Pengrajin Tenun Idesa Praibakul Sumba Barat NTT. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Sosiologi., 41–53.

Ningsih, Y. S., & Elfrida, F. N. (2023). Perancangan Busana Berkelanjutan Bagi Market Urban Sebagai Upaya Revitalisasi Tenun Sumba Timur Sustainable Fashion Design for the Urban Market as an Effort To Revitalize the East Sumba Weaving. 19(2), 123–138.

Nugrohowardhani, Rambu L.K.R. (2022) Populasi dan Sampel Kualitatif, dalam Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi, Arif Munandar (Ed), Bandung, Media Sains: 145 - 157

Pingge, H. D., & Hainggu, R. M. (2020). Kain Tenun Ikat Sebagai Media Pembelajaran IPS Di Sekolah Dasar. Jipsindo, 7, 22–43.

Putri, G. M. E. (2022). Nilai Ekonomi Pekerjaan Rumah Tangga dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Keluarga di Desa Sungai Ringin Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau. Jurnal Pembangunan Dan Pemerataan, 1–34.

Ramompas, Y., & Panggabean, M. (2024). Peran Pemulung Dalam Tata Kelola Sampah Studi Kasus Kota Pontianak. Jurnal Ekonomika, 15(2): 219–30. doi:10.35334/jek.v15i02.5435.

Ramompas, Y., Renggo, Y. R., Kelen, L. H. S., Meiyasa, F., Ndahawali, S., Putra, J. I., Lili, A. K. (2024). Pengetasan Kemiskinan Di Desa Maubokul Melalui Pemberdayaan Berbasis Kewirausahaan Sosial. Jurnal Abdi Insani, 11(2): 2140-2149. doi: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1687.

Samadara, S., Sir, J. S., & Samadara, P. D. (2018). Pemberdayaan Perempuan Pengrajin Tenun Ikat Di Kampung Prai Ijing, Desa Tebar, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur Untuk Meningkatkan Perekonomian Keluarga Dan Mendukung Pengembangan Pariwisata Daerah. Jaka - Jurnal Jurusan Akuntasi, 3(1), 44. https://doi.org/10.32511/jaka.v3i1.234

Seran, W., & Hana, Y. W. (2018). Identifikasi Jenis Tanaman Pewarna Tenun Ikat di Desa Kaliuda Kecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur (Weaving Cloth Coloring Plant Identification in Kaliuda Village Pahunga Lodu East Sumba). 11(2), 1–8. https://doi.org/10.29239/j.agrikan.11.2.1-8

Setiawan, A., Sukamto, A., & Yekti, H. (2018). Motif Tenun Ikat Batik Paradila Kabupaten Lamongan. Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana, 18(1), 27–33. https://doi.org/10.9744/nirmana.18.1.27-33

Subrata, A. G., & Damanik, D. (2019). Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pendapatan Industri. EKUILNOMI: Jurnal Ekonomi Pembangunan, 1(1), 81–93.

Tsang, F. J., & Adindarena, V. D. (2022). Eksplorasi Penggunaan Media Sosial Sebagai Promosi Produk. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi, 2(2), 193–210. https://doi.org/10.53625/juremi.v2i2.2821

Ulfa, S., br Sinulingga, T. E., & Sinulingga, J. (2023). Kain Tenun Tradisional: Warisan Budaya dan Industri Kreatif. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 29709–29715.

Downloads

Published

2025-10-05

How to Cite

Ende, F. U., Timba, M. K., Duka, Y. H., Nugrohowardhani, R., Ramompas, Y., & Ndamunamu, M. (2025). Revitalisasi Pewarna Alami Dalam Industri Tenun Ikat Sebagai Penggerak Ekonomi Rumah Tangga: (Studi Kasus Di Kelurahan Lambanapu Dan Desa Kambatatana). Jurnal Neo Societal, 10(4), 228–239. https://doi.org/10.52423/jns.v10i4.124